Berlian selalu identik dengan keindahan, kemewahan, dan nilai yang tinggi. Ketika seseorang berbicara mengenai berlian, salah satu istilah yang paling sering terdengar adalah “karat”. Namun, tidak semua orang benar-benar memahami apa itu karat berlian, bagaimana pengukurannya, dan mengapa harga berlian 1 karat menjadi salah satu standar penting dalam menilai berlian.
Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai arti karat, asal-usul penggunaannya, serta alasan mengapa karat menjadi ukuran utama untuk berlian.
Apa Itu Karat Berlian?
Karat pada berlian adalah satuan ukuran yang digunakan untuk menyatakan berat sebuah berlian, bukan ukurannya secara fisik. Satu karat sama dengan 200 miligram atau 0,2 gram. Jadi, ketika sebuah berlian disebut memiliki berat 1 karat, artinya berlian tersebut memiliki bobot sebesar 0,2 gram.
Perlu dipahami bahwa karat tidak selalu berhubungan langsung dengan ukuran visual berlian. Dua berlian dengan berat yang sama bisa terlihat berbeda ukurannya, tergantung pada bentuk (cut) dan proporsi potongannya. Misalnya, berlian berbentuk oval bisa tampak lebih besar dibandingkan berlian bulat dengan berat karat yang sama.
Asal-Usul Istilah Karat
Istilah "karat" berasal dari kata “carob seed” atau biji pohon carob, yang pada zaman dahulu digunakan oleh pedagang sebagai standar timbangan alami. Biji carob dikenal memiliki berat yang relatif seragam, sehingga memudahkan para pedagang untuk menimbang batu mulia seperti berlian dan emas.
Seiring perkembangan waktu, penggunaan biji carob digantikan oleh standar internasional yang lebih akurat. Pada awal abad ke-20, sistem metrik diperkenalkan dan akhirnya ditetapkan bahwa 1 karat = 200 miligram. Standar ini diterima secara global agar tidak ada perbedaan dalam penilaian berat berlian di berbagai negara.
Mengapa Berlian Menggunakan Karat sebagai Ukurannya?
Ada beberapa alasan utama mengapa berlian menggunakan karat sebagai ukuran standar:
1. Memberikan Standar yang Konsisten
Berlian memiliki bentuk, potongan, dan dimensi yang sangat bervariasi. Mengukur berlian hanya berdasarkan ukuran fisik (diameter atau panjang) bisa menimbulkan kebingungan. Dengan menggunakan karat, industri perhiasan memiliki standar universal yang konsisten dan tidak menimbulkan perbedaan interpretasi.
2. Menggambarkan Nilai Ekonomi dengan Lebih Akurat
Nilai berlian sangat dipengaruhi oleh berat karatnya. Berlian dengan karat lebih tinggi biasanya memiliki harga yang jauh lebih mahal, apalagi jika kualitas potongan (cut), kejernihan (clarity), dan warna (color) juga tinggi. Oleh karena itu, karat menjadi indikator penting dalam menentukan nilai ekonomi sebuah berlian.
3. Mudah Dipahami oleh Konsumen
Bagi pembeli perhiasan, istilah karat sudah menjadi bahasa umum yang mudah dipahami. Konsumen bisa dengan cepat membandingkan berlian satu dengan yang lain hanya dengan melihat berat karatnya. Hal ini memberikan kemudahan dalam proses jual-beli dan meningkatkan transparansi harga.
4. Mendukung Sistem Penilaian 4C
Dalam dunia berlian, kualitas selalu dinilai dengan sistem 4C, Carat (berat), Cut (potongan), Color (warna), dan Clarity (kejernihan). Keempat faktor ini saling berkaitan dalam menentukan nilai keseluruhan sebuah berlian. Karat menjadi salah satu elemen utama karena langsung mencerminkan berat fisik berlian.
5. Warisan Sejarah dan Kesepakatan Global
Karat sudah digunakan selama berabad-abad sebagai ukuran untuk batu mulia. Dengan adanya kesepakatan internasional bahwa 1 karat = 200 mg, maka karat tetap menjadi ukuran resmi yang diakui dan digunakan di seluruh dunia.
Jika Anda berencana membeli berlian, pilihlah butik perhiasan terpercaya yang menawarkan koleksi berkualitas tinggi serta memberikan sertifikasi resmi. Salah satu rekomendasi terbaik adalah Frank & co, yang menghadirkan perhiasan berlian dengan standar kualitas tinggi dan desain elegan. Cek harga berlian 1 karat langsung di situs resmi Frank and co, sekarang!